Glorify the Name of thy Guardian Lord Most High,
Who hath created and further, given order and proportion,
and Who hath measured and granted guidance
(QS. 87: 1 ~ 3)
Healthy Long Bread Plus
Now Available in :
Many of the food additives that are considered legal and safe by the United States Food and Drug Administration are questionable. Walk down the bread aisle at the grocery store and you'll find dozens of packaged bread varieties. Don't be fooled by the marketing ploys; always head straight for the back of the bag and read the ingredients. There are many additives considered safe for use in American food manufacturing that are actually banned in other parts of the world because they are harmful and bad for us.
Getting into why these nasty additives are still not off our grocery store shelves is a whole other conversation. Harmful ingredients may be legal to buy in our country, but you can take control and make sure you don't eat them. Here are five ingredients to avoid in packaged bread.

1. Potassium bromate

This oxidizing agent is used in breads because it strengthens dough and lessens baking time, which in turn, allows big companies to save money for their large-scale bread production. Potassium bromate is legal to use in the United States, but many countries have banned the additive, including Canada, the EU, Brazil, South Korea, and China. Why? Well, one 1982 study from Japan showed that it can cause cancer of the thyroid, kidney, and other body parts when studied in mice. Sounds like exactly what you want with your PB and J, eh? Look out for fast food bread, which are usually made with potassium bromate.

2. Refined grains

Refined grains are found in white bread, white rice, white crackers, and white rolls. Stay away from these white foods, since the refined grains that make them white can increase our risk for a heart attack by 30 percent and make us more vulnerable to insulin resistance and high blood pressure. Be sure to check for this ingredient on the nutrition label, since no marketer would dare put the term on the front of the package. In fact, it might just be disguised behind words like "whole" and "wheat."

3. High-fructose corn syrup

This stuff is a sweetener used in candy, snacks, packaged food, and some bread products. Though it's chemically similar to table sugar, health professionals have called into question if this additive has helped contribute to the American obesity epidemic. Some health professionals have gone so far as to call it "toxic" and "poison." The health risks are real, so stay away from this corn product.

4. Ammonium sulfate

This additive is put in bread, and yes, ammonia is that stuff you use to clean your floors. There's nitrogen in ammonium sulfate. Though officially deemed safe if eaten in small levels and is used in trace amounts for food, I don't want anything that cleans my kitchen to go in my body. Unnervingly, Subway uses ammonium sulfate in its 9-grain wheat bread.

5. L-cysteine

This stuff is used in bread and cookie dough products. What's it made from? Duck feathers and human hair. It's an amino acid that is added to bread for a similar reason that potassium bromate is added - it helps speed up large-scale factory production. According to the Health Freedom Alliance, "While some L-cysteine is directly synthesized in laboratories, most of it is extracted from a cheap and abundant natural protein source: human hair. The hair is dissolved in acid and L-cysteine is isolated through a chemical process, then packaged and shipped off to commercial bread producers."

source: https://www.onegreenplanet.org/vegan-food/5-nasty-additives-that-are-hiding-in-packaged-bread/
5 Nasty Additives That Are Hiding in Packaged Bread
Korean Garlic Cheese
Long Bread
Korean Garlic Cheese
(Smoked Beef)
Long Bread
Italian Garlic
Long Bread
Chocolate
Long Bread
Honey Peanut Butter
Long Bread
American Banana Jam
Long Bread
Lebanese Baba Ganoush
Long Bread
Cinnamon Ginger Apple
Long Bread
5 Zat aditif berbahaya yang tersembunyi dalam roti
Saat ini tak sedikit masyarakat Indonesia yang menggemari roti, bahkan mengonsumsi roti setiap paginya. Namun sebelum membeli roti di supermarket, sebaiknya waspadai beberapa kandungan yang ada di dalamnya.

Beberapa jenis roti mengandung zat-zat yang buruk untuk kesehatan. Memang tak semua roti mengandung bahan-bahan ini, tetapi sebaiknya baca dengan teliti komposisi pada kemasan roti sebelum memakannya, seperti dilansir oleh Care2 (01/01).

1. L-cysteine

L-cysteine adalah zat penghalus yang ditambahkan pada roti untuk mempercepat proses produksi. Meski dibuat di laboratorium, zat ini sebenarnya didapatkan dari sumber-sumber alami. Terdengar sehat? Sayangnya tidak. Sumber-sumber alami yang digunakan untuk L-cysteine bisa berasal dari rambut manusia, bulu ayam, tanduk sapi, dan lainnya.

2. Potassium bromate

Potassium bromate biasanya digunakan untuk mengurangi waktu membuat roti dan membuat adonan menjadi keras. Ini disukai oleh perusahaan besar karena bisa menghemat ongkos produksi. Namun di sisi kesehatan, potassium bromate telah lama dikaitkan dengan kanker ginjal dan penyakit tiroid. Saat ini potassium bromate sudah dilarang digunakan di Brazil, Uni Eropa, Peru, Korea Selatan, dan China.

3. Biji-bijian olahan

Biji-bijian olahan tak terdengar menakutkan, namun sayangnya biji-bijian ini telah kehilangan semua kadar nutrisi di dalamnya dan tak bisa memberikan apapun pada Anda. Biji-bijian ini nantinya akan dipecah menjadi gula dengan sangat cepat dan menyebabkan lonjakan gula darah. Komposisi ini juga diketahui berkaitan dengan tekanan darah tinggi dan resistensi insulin, serta meningkatkan risiko serangan jantung hingga 30 persen. Jangan tertipu dengan kata 'tepung terigu' pada komposisi roti karena itu bukan berarti berasal gandum atau biji-bijian yang kaya nutrisi.

4. Azodicarbonamide

Zat aditif yang satu ini digunakan untuk memperlembut tekstur roti. Tak hanya pada roti, zat ini biasanya juga digunakan pada roti burger di Amerika Serikat. Zat aditif ini telah dilarang penggunaannya di Singapore karena bisa menyebabkan masalah pernapasan, asma, dan alergi pada beberapa orang.

5. Sirup jagung atau fruktosa

Sirup jagung atau fruktosa digunakan untuk membantu adonan mengembang dan memberikan warna cokelat pada roti. Banyak produsen roti menyukai gula ini karena harganya yang murah dan menguntungkan. Sayangnya, zat ini adalah penyebab obesitas nomor satu dan sering dikaitkan dengan tekanan darah tinggi, sindrom metabolisme, penyakit lever, dan banyak lainnya.

Itulah beberapa jenis zat tambahan yang sebaiknya Anda waspadai sebelum mengonsumsi roti. Perhatikan benar daftar komposisi pada kemasan roti Anda. Jika menemukan bahan-bahan di atas, sebaiknya jangan konsumsi dan cari roti lainnya. [kun]

Sumber:
https://www.merdeka.com/sehat/5-zat-aditif-berbahaya-yang-tersembunyi-dalam-roti.html
Roti Sehat dengan Home Made Topping dan Isian
Roti Panjang yang kami buat sendiri tidak mengandung pengawet, pewarna dan tidak mengandung zat aditif kimia lainnya sehingga kami menyebutnya ROTI SEHAT.

Topping dan Isian sebagian besar kami buat sendiri (Home Made - tanpa pengawet, pewarna, perasa tambahan/msg, dan zat aditif kimia lainnya) ini termasuk:
-Selai Apel
-Selai Pisang
-Selai Kacang
-Saus Tomat dan Cabe
-Baba Ganoush
-Kelapa Gula Merah
-Italian Seasoning
-Krim Keju (Home Made)
-Selai Coklat
sedangkan Krim Keju, Keju Cheddar, Coklat Meses dan Daging Sapi Asap dibuat oleh pabrikan ternama yang tersertifikasi Halal dan BPOM.
Italian Tuna Spread
Long Bread
(klik lambang gofood untuk mengetahui varian dan harganya)
Rasakan dunia dalam sepotong roti
TASTE THE WORLD !